Tag

, ,

Warung Gosip – Memiliki hobi adalah hal umum yang dimiliki setiap orang. Setiap orang tentu memiliki hobinya masing-masing, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau berolahraga.

Hobi umum tersebut tampaknya disukai siapa pun dan tidak terbentur kelas sosial. Namun bagaimana dengan hobi mereka yang hidup dalam lingkup jetset?

Bepergian ke luar negeri atau membeli barang dan mengoleksi barang mewah dan langka sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Penasaran dengan hobi aneh para orang kaya?
orang arab

1. Orang kaya Arab doyan pelihara singa
Anak-anak muda Arab kini punya cara baru untuk menunjukkan betapa kayanya mereka. Melalui foto di media sosial Instagram mereka kini sering memotret harta kekayaan mereka untuk pamer. Misalnya mereka berfoto dengan hewan buas singa, cheetah yang mereka pelihara di samping mobil mewah Mercedes, Lamborghini, motor mahal atau perahu motor.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (18/11), memelihara singa kini menjadi simbol status kekayaan baru di negara-negara Arab. Seperti diperlihatkan seorang pemuda Arab bernama Humaid Al-Buqaish yang sering mengunggah foto dirinya bersama singa dan koleksi mobil mewahnya di Instagram. Dia memiliki 250 ribu pengikut di akun media sosial tempat berbagi foto itu.

Di kawasan negara-negara Arab singa-singa itu bisa dijual hingga Rp 560 juta per ekor.

“Jika seseorang ingin membeli binatang buas maka dia sesumbar punya cukup uang buat membelinya,” kata Jasim Ali, pengelola Taman Kebun Binatang Ras Al Khaimah di Uni Emirat Arab.

“Orang-orang itu suka pamer mereka punya hewan buas yang sudah dijinakkan. Mereka pamer keberanian, tapi itu bukan keberanian. Itu penyiksaan terhadap binatang.”

Pada 2010 dilaporkan ada 200 hewan ilegal yang disita di Uni Emirat Arab. Di antara hewan-hewan itu ada singa, harimau, macan kumbang, cheetah, dan hyena.
lukisan aneh

2.Orang kaya ini hobi koleksi karya seni aneh seharga Rp 954 miliar
Sebuah lukisan unik sekilas mirip coretan kapur di papan tulis, kemarin terjual sangat mahal dalam lelang yang digelar Balai Sotheby’s, Kota New York, Amerika Serikat. Lukisan karya Cy Twombly itu dihargai USD 70,5 juta (setara Rp 954 miliar).

Balai Lelang Sotheby’s menyatakan lukisan yang dibuat pada 1968 itu sebetulnya karya yang tidak berniat menggambarkan papan tulis. Lukisan bertajuk ‘Untitled’ ini dibuat dengan bahan krayon lilin, pensil, cat minyak, di atas kanvas.

“Harga jual kali ini mengalahkan rekor penjualan sebelumnya yang mencapai USD 69 juta,” kata juru bicara Sotheby’s, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (12/11).

Pemilik lukisan ini sebelumnya adalah kolektor yang namanya dirahasiakan dari Kota Los Angeles. Hasil penjualan itu akan digunakan untuk membangun tempat ibadah.

Lukisan ‘Untitled’ ini masuk kategori seni kontemporer. Lingkaran yang tergambar mewarnai latar hitam ditafsirkan oleh kritikus sebagai representasi kehidupan modern.

Twombly adalah pelukis asal AS yang lama berkarir di Italia. Dia meninggal pada usia 83 di Ibu Kota Roma, Italia.

Dalam lelang kemarin malam, karya seni terjual tak kalah mahal adalah lukisan repro sosok Mao Zedong oleh seniman legendaris Andy Warhol. Karya seni kontemporer ini terjual USD 47,5 juta.
orang kaya cina

3.Orang kaya China sedang keranjingan memelihara monyet mini langka
Sebuah tren anyar merebak di kalangan masyarakat kelas atas Republik Rakyat China. Mereka berbondong-bondong memelihara monyet sebesar jempol manusia asal hutan Amazon, Brasil, sebagai penanda status sosial.

Monyet yang dipelihara memang bukan jenis pada umumnya. Primata berjenis Marmoset ini merupakan yang terkecil di dunia. Per ekor dibanderol 30 ribu Yuan atau setara dengan Rp 61,2 juta.

Dalam praktiknya, kepemilikan hewan ini terhitung ilegal karena Marmoset adalah satwa langka di Kawasan Amazon. Selain itu, sudah pasti monyet mini diperoleh melalui jalur penyelundupan ke China.

Namun konglomerat maupun orang kaya baru di China tetap saja berbondong-bondong melanggar hukum, demi memiliki hewan dianggap membawa peruntungan itu. Apalagi permintaan monyet mini meningkat karena kalender China kali ini adalah Tahun Monyet Api.

Berdasarkan laporan harian People’s Daily, Kamis (11/2), primata kecil ini di Tiongkok disebut ‘monyet jempol’. Tren memelihara Marmoset beberapa bulan ini menggeser pesona cincin berlian yang biasanya menjadi klangenan kaum jetset Negeri Tirai Bambu.

Jejaring sosial China, Weibo, juga menangkap unggahan dari seorang pemilik toko perhiasan bernama Chen. Dia mencoba memamerkan hadiah tahun barunya yakni seekor monyet jempol bernama Xiao Shen.

Chen juga tak lupa memperlihatkan harga dari peliharaannya tersebut dengan menulis angka 30 ribu yuan, tentu tanpa peduli akan legalitas dari primata kecil tersebut.

Menyinggung tren melanggar hukum ini, pejabat senior Dinas Perlindungan Hewan Beijing berjanji melakukan pengawasan.

“Namun memang harus dilihat terlebih dahulu bagaimana cara menyelamatkan monyet asing ini dari cengkeraman bisnis uang di sekitarnya,” ujarnya.
orang arab2

4.Ini hobi gila pangeran Arab, adu balap elang langka
Di Indonesia, kita akrab dengan hobi adu merpati. Pangeran di Teluk juga mempunyai kegemaran yang sama. Bedanya, yang mereka paksa balapan adalah elang dari jenis langka.

Penyuka adu balap paling gila di Timur Tengah adalah Syekh Sultan bin Tahnun al Nahyan. Dia putra mahkota Uni Emirat Arab.

Bukan sembarang burung yang dia pakai balapan. Merujuk surat kabar the Guardian, Syekh Tahnun memelihara elang jambul merah (falco rusticolus), spesies langka di muka bumi, karena tinggal tersisa ratusan ekor. Pada 2009, dia memberikan seekor elang serupa pada Pangeran Edward dari Kerajaan Inggris sebagai suvenir.

Hobi balapan elang memang populer, baik di UEA maupun kerajaan lain, termasuk Arab Saudi. Tapi banyak penyayang binatang mengecam. Karena perawatan burung langka itu tidak layak. Hewan-hewan itupun dipaksa terbang puluhan kilometer demi memuaskan hasrat pemiliknya. Tak jarang mereka pulang dalam keadaan cacat dan kemudian mati..
susu gantung

5.Kaum tajir China doyan layanan susu gantung
Para orang-orang super kaya di China dikabarkan rela membayar uang puluhan juta rupiah per bulannya untuk air susu ibu (ASI). Beberapa di antaranya bahkan memilih langsung meminum ASI langsung dari payudara.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (5/7), tren baru yang terbilang tidak biasa ini terlihat meningkat di kalangan orang dewasa China dalam membeli ASI. Mereka biasa meminumnya langsung dari sumbernya atau setelah diperas.

Dari beberapa laporan koran setempat layanan ini telah menimbulkan kemarahan di China. Puluhan ribu orang menyatakan kemarahan mereka di situs jejaring sosial asal China Sina Weibo, yang setara dengan Twitter.

Menurut koran the Southern Metropolis Daily, perusahaan yang menawarkan pemberian ASI ini memberikan layanan bagi bayi baru lahir, orang sakit atau siapa saja yang akan membayar hingga Rp 25,9 juta per bulannya.

Pelanggan layanan ini mengatakan mereka memang menginginkan air susu ibu yang memiliki konsentrasi gizi dan nutrisi. Ini merupakan kombinasi unik dari antibodi, sel hidup, enzim, hormon, dan asam lemak yang membuat beberapa orang memperlakukan ASI ini sebagai makanan super terbaru.

“Klien orang dewasa bisa meminumnya langsung melalui payudara, atau mereka dapat minum dari pompa payudara jika mereka merasa malu,” kata Lin Jun, pemilik perusahaan Xinxinyu, yang juga menawarkan layanan itu.

Namun, sembilan dari sepuluh orang mengatakan mereka tidak setuju dengan praktik itu dalam sebuah survei di dunia maya.

Salah satu pengguna di situs Weibo menyebut layanan ini hanyalah samaran pornografi. Sementara lainnya mengatakan hal ini adalah hanya bentuk baru hiburan bagi para orang-orang super kaya di Negeri Tirai Bambu itu.

Sumber

Iklan